Pintar = sukses? kata om BOB, belum tentu!

Ada banyak tokoh, baik nyata maupun fikitif yang pola pikirnya mempengaruhi jalan pikiran saya. orang-orang hebat ini memiliki pencapaian-pencapaian fantastik menurut saya, terlepas dari baik-buruknya pencapaian itu menurut norma masyarakat yang berlaku. satu dari beberapa tokoh tersebut yang saya jadikan role-model dan saya copy habis-habisan mind-setnya adalah BOB SADINO.

Banyak pemikiran-pemikiran beliau yang menjadi sandaran logika saya dalam mengambil setiap keputusan yang penting. salah satunya adalah, konsep “menjadi bodoh untuk menjadi kaya”. dimana, terkadang menjadi bodoh sometimes merupakan satu-satunya cara survive dalam eskalasi bisnis yang unpredictable.

Saya ambil dari berbagai sumber, di bawah ini beberapa pemikiran yang mendasari kenapa sometimes being stupid is the only way to achieve your goals.

1. Too much idea..

orang “pintar” punya sejuta ide di otaknya. saking banyaknya, kadang ngga ada satupun yang jadi kenyataan. orang “bodoh”,  terkadang hanya mempunyai satu ide, dan satu ide itulah yang di jalani terus, ga peduli seberat apapun halangannya.

2. Miskin Keberanian

orang “bodoh”  biasanya lebih berani di banding orang pintar. kalo ga bisa di bilang lebih nekat. mereka ngga banyak pertimbangan dalam memulai sebuah usaha. nothing to lose aja, kalopun gagal itu bisa jadi bahan pembelajaran. berbeda dengan orang “pintar” yang pertimbangannya begitu banyak. saking banyaknya waktunya habis untuk menimbang-nimbang dan akhirnya malah ngga jadi bikin usaha.

3. Telalu Pandai Menganalisis

Hampir sama dengan poin ke-dua. sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Serba Instant

Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. orang “bodoh” , dia paham bahwa dia harus melalui jalan panjang, berliku dan (kadang) berdarah-darah sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Bermimpi

Orang “Pintar” terlalu mengandalkan logika dan melupakan yang namanya “impian” . Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi

Orang “Pintar” beranggapan untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Negative Thinking.

Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. One man show

Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan

Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus

Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

dan masih banyak lagi alasan kenapa lebih banyak orang “bodoh” yang berhasil dalam hidupnya di bandingkan orang “pintar”. nanti, saya tambah lagi pemikiran-pemikiran om bob yang mengatakan kenapa kita kadang lebih baik jadi orang “bodoh” di banding orang “pintar”. nah

sekarang, orang “bodoh” satu ini mau bermain-main dulu dengan pembukuan usaha saya yang amat- sangat-sederhana-banget format-nya. jauh dari kesan “pintar” lah pokoknya hahaha…

***selalu menyenangkan melihat (beberapa) orang yang merasa “pintar” tapi penghasilannya jauh di bawah saya yang “bodoh” hahaha…. PISS!


About this entry