Ada dua zona di dunia ini. Yg pertama adalah zona nyaman, sedangkan yg kedua adalah zona aman. Sekilas terlihat sama, namun sebenarnya kedua zona ini berbeda hampir 180 derajat.
Zona Nyaman.
Suatu zona atau situasi di mana kenyamanan yang berbicara. Tidak ada parameter yang jelas di zona ini. All depends on your emotional situation. Semuanya serba pakai perasaan. Tidak ada target. Semua serba terprediksi dengan jelas (meskipun sebetulnya ngga). Rutin. Polanya selalu sama. Tanggal 1 gajian, tanggal 10 bayar tagihan, tanggal 20 gali lubang tutup lubang, sisanya buat makan. Syukur-syukur ada sisa buat di tabung. Merasa aneh? Tapi itulah kenyataannya. Di zona ini orang-orangnya menciptakan liabilitas. Mobil baru, hand phone baru, baju baru dan semua barang konsumtif yang tingkat turn-over nya cepat sekali. Jangan heran kalo orang-orang di zona ini mampu hidup melebihi standar penghasilannya. Satu kata yang di dewa-dewakan di sini adalah “kredit”. Semua serba bisa di cicil. Dari sandang, pangan, papan, luxury things, sampai un-important-things-to-buy-just-to-show-up bisa di dapatkan dengan “kredit”. Nyaman sekali bukan? semua prinsip ekonomi bisa di jungkir balikan di sini. Pepatah “hemat pangkal kaya” ga berlaku di sini. Yang berlaku di sini adalah “kredit pangkal ( semoga ) kaya”.
Zona Aman
Suatu zona di mana semuanya serba terukur. Parameternya jelas. Semuanya memiliki ukuran dan target yang sejernih kristal. Logis praktis. Di sini semuanya serba unpredictable. Seperti naik jet coaster yang berliku-liku. Semuanya serba cepat dan menantang adrenalin. Nilai tukar yang berlaku di sini valid yaitu : waktu! Bukan rupiah. Di sini orang-orangnya menciptakan asset. Property, emas batangan, saham dan semua barang yang memiliki nilai jual kembali dengan grafik yang terus meningkat. Orang-orang di sini tidak pernah membiarkan lingkaran kebutuhannya lebih besar daripada lingkaran penghasilan. Satu kata yang di dewa-dewakan di sini adalah “investasi dan bisnis”. Semua sumber daya di kerahkan untuk berinvestasi dan membangun bisnis. Yang nantinya akan di gunakan untuk mengumpulkan asset-asset. Hasil dari asset-asset ini, atau bahasa kerennya ROI ( Return Of Investment ) yang akan membiayai kehidupannya, Prinsip ekonomi berlaku dengan ketat, yaitu : High Risk High Return. Namun, pepatah “hemat pangkal kaya” pun tidak berlaku di sini. Yang berlaku adalah “investasi pangkal kaya”.
Kelihatan kan bedanya? Zona aman tidak memberi peluang kamu untuk bersantai. Setiap hari adalah peperangan. Tidak semua orang punya syaraf yang kuat untuk hidup di zona ini. Kamu di tuntut untuk fokus pada usahamu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. ide bekerja mati-matian membangun asset, dan menikmatinya bertahun-tahun kemudian, bukanlah ide yang terdengar enak untuk di jalani.
Godaan untuk menyerah dan hidup “nyaman” bakalan selalu ada. Nah, Zona nyaman, merupakan zona di mana kamu bisa hidup tenang, santai, tanpa beban. at least bukan sekarang kamu harus bersusah payah kerja mati2an kan? Masalah masa depan? Kumaha engke wae lah, kalo kata orang sunda. Menggoda sekali bukan?
Masalahnya, di jaman informasi sekarang ini, dimana hambatan jarak dan waktu semakin menyusut. Arus informasi mengalir dengan kecepatan yang menakjubkan. Apa yang terjadi di timbuktu sekarang ini, hanya butuh kurang dari satu menit untuk di dengar di alaska. Akibatnya, economic patern pun berubah menjadi lebih fluktuatif. Phillip kotler bilang, sekarang ini adalah masa “turbulent-time”, masa2 turbulensi. Di mana semua perubahan berlangsung dengan cepat. Masa-masa di mana kita hanya perlu bekerja keras dan sisanya negara/perusahaan yang akan mengurus kita sudah lewat. Efisiensi jadi dogma di mana-mana. Kalo bukan kamu yg mengurus kehidupanmu sendiri, siapa lagi?
So, according to me, zona nyaman sudah ketinggalan jaman konsepnya. Masa-masa ” gimana nanti aja lah” udah berganti dengan ” nanti gimana?”. Pilihannya sekarang adalah berlari atau mati. Seperti orang banyumas bilang, ora obah, ora mamah. Yang berarti, ngga gerak, ngga makan.
Silahkan hidup di zona nyaman, acuhkan semua perubahan yang terjadi di dunia ini, monggo berharap negara/perusahaan akan mengurus hari tua kamu. Dan siap-siaplah untuk menderita di hari tua. Atau kalo kamu beruntung, ngga perlu nunggu tua, 5-10 tahun lagi, kalo kamu masih hidup di zona nyaman, kamu sudah akan mulai menderita hahaha… Long life capitalizm…
***no offense kalo ada yg ga setuju hahaha..